Kamis, 26 September 2019

Diskusi 2 Statistik dan Probabilitas

CONTOH SOAL DISTRIBUSI FREKUENSI DAN PEMBAHASANNYA
STATISTIKA DAN PROBABILITAS


1. Berikut ini diberikan data nilai hasil ujian akhir mata kuliah Statistik dan Probabilitas dari 50 mahasiswa. (sumber: data rekaan)

62 78 70 58 65 54 69 71 67 74 
64 45 59 68 70 66 80 54 62 83
77 51 72 79 66 83 63 67 61 71
64 59 76 67 59 64 70 73 67 56
42 56 91 48 81 92 46 82 52 92 
  • Buatlah tabel distribusi frekuensi data bergolong dari data tersebut dengan aturan sturges. Buatlah tabel distribusi relatif dan tabel distribusi kumulatif (kurang dari dan lebih dari).
  • Gambarlah histogram, polygon dan ogif dari data tersebut.
    Jawab :

Langkah membuat tabel distribusi frekuensi adalah :

1. Menentukan Jangkauan (J)

     J = Data max – Data min
       =  92 -  42
       = 50
2. Menentukan banyak kelas interval (K)
          K = 1 + 3.3 log n
             = 1 + 3.3 log 50
             = 1 + 5.6
             = 6.6
             =7

      3. Menentukan panjang/lebar kelas interval (P)
     P = J / K
        = 50 / 7
        = 7.1
        = 8

    Tabel :




      Grafik Histogram :


Grafik Polygon :




Grafik Ogive :


2. Dengan data pada soal sebelumnya, buatlah tabel distribusi frekuensi data bergolong dengan kelas-kelas: 41-50, 51-60, dan seterusnya




5. Diketahui suatu frekuensi memiliki 6 kelas. Batas bawah kelas pertama adalah 80 dan batas atas kelas pertama adalah 110. Interval kelas sebesar 40 dan Class boundary atas dari kelas pertama sebesar 115. Data yang besarnya kurang dari 160 sebanyak 15, kurang dari 200 sebanyak 27, kurang dari 280 sebanyak 67, kurang dari 230 sebanyak 23, dan lebih dari 110 sebanyak 70. Buatlah tabel distribusi frekuensi dari data tersebut





Nama Kelompok :
1. Susena Adjie Ramadhan  (A710180086)
2. Muhammad Farrel Maulana (A710180090)
3. Irsyad Ihsanuddin (A710180095)

Pendidikan Teknik Informatika
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Selasa, 12 Maret 2019

Fungsi Untuk Memanipulasi String dalam Pemrograman C++


Nama     : Irsyad Ihsanuddin
Jurusan  : Pendidikan Teknik Informatika
Fakultas  Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Fungsi Untuk Memanipulasi String Dalam Pemrograman C++

1.     Fungsi Strcat ( )
Fungsi strcat ( ) digunakan untuk menambah string sumber ke bagian akhir dari string tujuan. Header yang harus disertakan adalah string.h dan ctype.h

     Program :




2.     Fungsi strlen ()
Strlen Digunakan untuk menghitung panjang suatu string termasuk spai juga akan terhitung karena dianggap sebagai sebuah string. Fungsi gets( ) digunakan untuk memasukkan data string.

 Program :



3.     Fungsi Strcpy ()
Fungsi ini digunakan untuk menyalin string dari kata2 ke kata1.fungsih strcmp ()

 Program :


4.     Fungsi strrev ()
Fungsi ini digunakan untuk mengubah string/kata menjadi terbalik.

 Program :



5.     Fungsi strcmp ()
digunakan untuk membandingkan dua string. Jika keduanya sama, maka akan terus berdampingan dengan pasangan berikutnya sampai membandingkan karakter yang berbeda.

 Program :



6.     Fungsi strupr()
Fungsi ini digunakan untuk mengubah huruf kecil menjadi huruf besar (kapital).

 Program :



7.      Fungsi strlwr ()
Fungsi ini digunakan untuk mengubah huruf besar  menjadi huruf kecil.

Program :



8.      Fungsi Strchr ()
mencari nilai karakter dalam string

Program :



sumber :
- https://ganjarnh20.wordpress.com/2017/03/13/macam-macam-fungsi-string/                - http://rierynto.blogspot.com/2015/12/macam-macam-fungsi-string-dan-contohnya.html

Minggu, 24 Februari 2019

STRUKTUR DATA


Nama     : Irsyad Ihsanuddin
Jurusan  : Pendidikan Teknik Informatika
Fakultas  Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Struktur Data

Struktur data adalah cara menyimpan atau merepresentasikan data didalam komputer agar bisa dipakai secara efisien. Sedangkan data adalah representasi dari fakta dunia nyata. Fakta atau keterangan tentang kenyataan yang disimpan, direkam atau direpresentasikan dalam bentuk tulisan, suara, gambar, sinyal atau simbol. Struktur data dapat di artikan juga sebagai representasi data pada memory secara logika dan meng-karakterisasikan setiap variabel dalam program secara eksplisit ataupun implisit, Untuk operasi yang dibolehkan/berlaku pada object data tersebut sehingga sangat diperlukan dalam perencanaan Algoritma dan penyusunan program sebagai dasar teknik dari Database
Pemakaian struktur data yang tepat didalam proses pemrograman akan menghasilkan algoritma yang lebih jelas dan tepat, sehingga menjadikan program secara keseluruhan lebih efisien dan sederhana.
Dalam istilah ilmu komputer, sebuah Struktur adalah cara penyimpanan, penyusunan dan pengaturan data di dalam media penyimpanan komputer sehingga data tersebut dapat digunakan secara efisien.
Dalam teknik pemrograman, struktur data berarti tata letak data yang berisi kolom-kolom data, baik itu kolom yang tampak oleh pengguna (user) atau pun kolom yang hanya digunakan untuk keperluan pemrograman yang tidak tampak oleh pengguna. Setiap baris dari kumpulan kolom-kolom tersebut dinamakan catatan (record). Lebar kolom untuk data dapat berubah dan bervariasi. Ada kolom yang lebarnya berubah secara dinamis sesuai masukan dari pengguna, dan juga ada kolom yang lebarnya tetap. Dengan sifatnya ini, sebuah struktur data dapat diterapkan untuk pengolahan database (misalnya untuk keperluan data keuangan) atau untuk pengolah kata (word processor) yang kolomnya berubah secara dinamis. Contoh struktur data dapat dilihat pada berkas-berkas lembar-sebar (spreadsheet), pangkal-data (database), pengolahan kata, citra yang dipampat (dikompres), juga pemampatan berkas dengan teknik tertentu yang memanfaatkan struktur data.


 Jenis Struktur Data

1.    Struktur Data Sederhana
a. Array(Larik)
Larik adalah struktur data statik yang menyimpan sekumpulan elemen yang bertipe sama. Setiap elemen diakses langsung melalui indeksnya. Indeks larik harus tipe data yang menyatakan keterurutan misalnya integer atau karakter. Banyaknya elemen larik harus sudah diketahui sebelum program dieksekusi. Tipe elemen larik dapat berupa tipe sederhana, tipe terstruktur, atau tipe larik lain. Nama lain array adalah Larik, tabel, atau vektor
b. Record(Catatan)
ADT adalah definisi tipe dan sekumpulan primitif (operasi dasar) terhadap tipe tersebut. Tipe diterjemahkan menjadi tipe terdefinisi dalam bahasa pemrograman yang bersangkutan.
2.    Struktur Data Majemuk
a.       Linier
·    Stack(Tumpukan)
Stack (tumpukan) adalah list linier yang dikenali elemen puncaknya (top), aturan penyisipan dan penghapusan elemennya tertentu (penyisipan selalu dilakukan “di atas” (top), penghapusan selalu dilakukan pada top). Karena aturan penyisipan dan penghapusan semacam itu, top adalah satu-satunya alamat tempat terjadi operasi. Elemen yang ditambahkan paling akhir akan menjadi elemen yang akan dihapus. Dikatakan bahwa elemen stack akan tersusun secara LIFO (Last In First Out).
·      Queue(Antrian)
Queue (antrian) adalah list linier yang dikenali elemen pertama (head) dan elemen terakhirnya (tail); Aturan penyisipan dan penghapusan elemennya disefinisikan sebagai penyisipan selalu dilakukan setelah elemen terakhir, penghapusan selalu dilakukan pada elemen pertama; Satu elemen dengan elemen lain dapat diakses melalui informasi next.

·    List dan Multi-List (Daftar)
List linier adalah sekumpulan elemen bertipe sama, yang mempunyai keterurutan tertentu, yang setiap elemennya terdiri dari 2 bagian. sebuah list linier dikenali dengan (1) elemen pertamanya, biasanya melalui alamat elemen pertama yang disebut (first); (2) Alamat elemen berikutnya (suksesor), jika kita mengetahui alamat sebuah elemen, yang dapat diakses melalui field next; (3) Setiap elemen mempunyai alamat, yaitu tempat elemen disimpan dapat diacu. Untuk mengacu sebuah elemen, alamat harus terdefinisi. Dengan alamat tersebut informasi yang tersimpan pada elemen list dapat diakses; (4) Elemen terakhirnya.
b.      Non-Linier
·      Binary Tree (Pohon Biner)
Sebuah pohon biner (binary tree) adalah himpunan terbatas yang mungkin kosong atau terdiri dari sebuah simpul yang disebut sebagai akar dan dua buah himpunan lain yang disjoint yang merupakan pohon biner yang disebut sebagai sub pohon kiri (left) dan sub pohon kanan (right) dari pohon biner tersebut. Pohon biner merupakan tipe yang sangat penting dari struktur data dan banyak dijumpai dalam berbagai terapan. Karakteristik yang dimiliki oleh pohon biner adalah bahwa setiap simpul paling banyak hanya memiliki dua buah anak, dan mungkin tidak punya anak. Istilah-istilah yang digunakan sama dengan istilah pada pohon secara umum.
·      Graph (Graf)
Graph merupakan struktur data yang paling umum. Jika struktur linier memungkinkan pendefinisian keterhubungan sekuensial antara entitas data, struktur data tree memungkinkan pendefinisian keterhubungan hirarkis, maka struktur graph memungkinkan pendefinisian keterhubungan tak terbatas antara entitas data. Banyak entitas-entitas data dalam masalah-masalah nyata secara alamiah memiliki keterhubungan langsung (adjacency) secara tak terbatas demikian. Contoh: informasi topologi dan jarak antar kota-kota di pulau Jawa. Dalam masalah ini kota X bisa berhubungan langsung dengan hanya satu atau lima kota lainnya. Untuk memeriksa keterhubungan dan jarak tidak langsung antara dua kota dapat diperoleh berdasarkan data keterhubungan-keterhubungan langsung dari kota-kota lainnya yang memperantarainya. Representasi data dengan struktur data linier ataupun hirarkis pada masalah ini masih bisa digunakan namun akan membutuhkan pencarian-pencarian yang kurang efisien. Struktur data graph secara eksplisit menyatakan keterhubungan ini sehingga pencariannya langsung (straightforward) dilakukan pada strukturnya sendiri.

*sumber : http://learning.fr-system.web.id/matematik/artikel/sdper1jnsstrukutrdata


Diskusi 2 Statistik dan Probabilitas

CONTOH SOAL DISTRIBUSI FREKUENSI DAN PEMBAHASANNYA STATISTIKA DAN PROBABILITAS 1. Berikut ini diberikan data nilai hasil ujian ak...